Home » Cara Membaca Kode Ban Motor

Cara Membaca Kode Ban Motor

by Tommy JP
Cara membaca kode ban motor

OTOBIKES – Kode pada ban motor kerap membingungkan pemilik kendaraan terutama saat ingin melakukan penggantian. Angka-angka yang tersematkan di bagian samping ban cukup membingungkan sebagian orang.

Sebelum membahasnya lebih jauh, kode pada ban sendiri terdapat dua jenis yakni imperial dan metric. Kode metric yang banyak digunakan produsen ban biasanya menggunakan angka yang lebih besar.

Kode Metric biasanya menggunakan kode 80/90-14 dan seterusnya. Sementara kode imperial biasanya menggunakan angka 2.75-17.

Di Indonesia banyak pabrikan ban motor yang lebiih memilih kode ban metric. Ambil contoh ban yang digunakan skutik paling laris di Indonesia yakni Honda Beat.

Ban skutik entry-level tersebut menggunakan kode 80/90-14. 70 sendiri merupakan lebar dari ban, sedangkan 90 merupakan aspek rasio dari ban atau perbandingan tingginya.

Cara menghitungnya sendiri jika lebar ban 80 adalah 90 persen x 80 mm = 72 mm. Berarti ketinggian ban motor tersebut adalah 72 mm.

Baca juga : Tips Cara Aman Berkendara di Tengah Hujan

Sedangkan untuk kode selanjutnya yakni 14 merupakan diameter ban yang berarti 14 inci.

Lalu kode selanjutnya terdapat M/C pada ban. Kode ini diketahui merupakan kode yang memiliki arti medium compound.

Kode lainnya yang terdapat pada ban adalah angka 49. Angka ini menunjukkan beban maksimum dalam load index, jika dikonversi menjadi kilogram maka akan muncul angka 185 kilogram.

Artinya pemilik motor diharapkan tidak bisa membawa barang dan penumpang dengan total berat 185 kilogram. Jika melewati beban tersebut, dikhawatirkan ban bisa meletus atau pecah.

Terakhir pada ban terdapat kode dengan huruf P. Kode tersebut memiliki arti batas kecepatan yang bisa ditempuh sebuah kendaraan.

Huruf P artinya ban tersebut hanya bisa menempuh kecepatan 150 km/jam. Lebih dari itu ban kemungkinan tidak akan memberikan grip maksimal.

Ban motor yang dipasarkan dipasaran terdapat dua jenis yakni tubetype dan tubeless. Ban tubetype biasanya digunakan untuk motor dengan pelek jari-jari.

Sementara ban tubeless akan menemani motor dengan pelek racing atau alloy. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

“Ban tubetype akan terasa lebih mengigit di tikungan, lalu ban tubeless lebih nyaman untuk trek lurus dan tidak langsung kempis saat tertusuk benda tajam,” seperti dikutip Planet Ban.

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.