Home » Raih Podium 2 Saat Race Perdana, Brad Binder Layak Diwaspadai

Raih Podium 2 Saat Race Perdana, Brad Binder Layak Diwaspadai

by zizi

OTOBIKES,-  Pebalap kelahiran Afrika Selatan pada 11 Agustus 1995 ini bisa dibilang tidak terlalu disorot seperti Marc Marquez, Joan Mir atau Fabio Quartararo.  Namun dalam race perdana kemarin, Brad Binder berhasil meraih podium dua.

Brad Binder kecil saat berumur 8 tahun memang telah menyukai dunia balap, ia tertarik pada olahraga balapan mobil kecil atau kart racing.  Saat usianya 10 tahun, ia lebih tertarik pada ajang balapan roda dua.

Ia mengawali karier profesional di dunia balap pada tahun 2011 bersama pabrikan Aprilia di kejuaraan dunia kelas 125cc.  Ia hanya turun sebanyak 5 kali ke lintasan.

Satu tahun setelah Grand Prix 125cc, Binder mulai masuk ke kejuaraan dunia Moto3 bersama Kalex KTM, Suter Honda, Mahindra dan KTM dari tahun 2012-2016. Di Moto3, Binder berhasil mencatatkan 88 turun ke lintasan dengan 7 kali menang, 20 kali podium dan 6 pole position dengan raihan total 677 poin.

Masa keemasan Binder di Moto3 terjadi di tahun 2016 bersama KTM.  Brad berhasil menjadi juara dunia di kelas Moto3 dengan meraih 7 kali kemenangan dari 14 podium.  Ia berhasil meraih poin terbanyak dan mengamankan gelar yang rider terbaik di dunia kelas Moto3. Kelas Moto3 sudah berhasil ia taklukan.

Brad akhirnya dilirik untuk naik kelas ke Moto2 bersama Red Bull KTM pada tahun 2017. Brad Binder satu tim bersama seniornya Miguel Oliveira di Red Bull KTM selama dua tahun. Oliveira memang senior dari Brad, tapi ia tidak kalah cepat dari seniornya itu.  Buktinya Brad bisa mendapatkan 3 podium dan 1 kemenangan.

Tahun 2019 menjadi akhir dari duet Brad dan Oliveira di Red Bull KTM.  Pebalap asal Portugal naik ke kelas utama yaitu MotoGP. Peran sebagai Pebalap utama di kelas Moto2 jatuh kepada Brad Binder.

Pebalap dengan nomor 41 itu tidak menyia-nyiakan kesempatannya di tahun 2019.  Ia tampil luar biasa dan menunjukan semua potensi yang ia punya di pertengahan musim, karena di awal musim ia masih beradaptasi dan mulai naik saat pertengahan musim Moto2 tahun 2019.

Brad Binder mencatatkan 9 podium dan 5 diantaranya merupakan kemenangan di tahun 2019.  Meskipun ia sudah tampil semaksimal mungkin, tapi Ia finish sebagai runner up di kelas Moto2 dengan raihan 259 poin. Terpaut 3 poin dari Juara Dunia Moto2 saat itu yaitu Alex Marquez, adik dari Pebalap Repsol Honda Marc Marquez.

Selama 3 tahun di kelas Moto2, Brad balapan sebanyak 52 kali, terdiri dari 8 kali menang, 15 podium dan meraih poin total 585 poin. Berhasil menjadi Runner Up Moto 2, Binder berhasil naik ke kelas utama yaitu MotoGP dengan Red Bull KTM Factory Racing.

Di MotoGp, Brad Binder menggunakan nomor 33 pada helmnya. Saat menjalani musim pertama di kelas MotoGp, Binder membuat kejutan dengan berhasil menjadi juara di Sirkuit Brno pada seri 3 MotoGp Tahun 2020 di Ceko.

Menjadi pebalap debutan yang berhasil meraih juara tidak membuatnya bisa konsisten, masih banyak harus ia perbaiki.  Brad akhirnya finish di posisi 11 pada klasemen akhir motogp tahun 2020 dengan raihan total 87 poin. Ditahun 2020 menjadi milik Joan Mir yang menjadi Juara Dunia Kelas Utama MotoGp

Tahun 2021, Brad Binder mulai mulai menunjukan potensi besarnya. Pebalap asal Afrika selatan itu berhasil menunjukan peningkatan di akhir klasemen. Ia finish di urutan ke-6 dengan 151 poin.

Brad juga kembali membuat kejutan dengan berhasil membawa KTM menjadi juara di Seri-11 motoGP di Austrian GP di Sirkuit Red Bull Ring, mengalahkan rider Ducati Francesco Bagnaia dan Jorge Martin.

Brad menunjukan performa yang cukup baik di musim 2021 lalu.  Kini di musim 2022, Brad mulai tancap gas dengan berhasil meraih podium 2 di seri pertama MotoGp yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar. Kembali Bernomor 41, Rider 26 tahun itu tampil baik di seri awal mengalahkan pembalap andalan lainnya dari Honda, Suzuki dan Yamaha.

Brad menjadi pebalap yang patut diperhitungkan musim ini, walaupun bersama pabrikan yang kurang disorot, tapi gaya race-nya yang agresif membuat Brad harus diwaspadai dan diantisipasi.* (RENALDI)

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.