Home » Sejarah Ayam Taliwang, Kuliner Pedas Khas Nusa Tenggara Barat

Sejarah Ayam Taliwang, Kuliner Pedas Khas Nusa Tenggara Barat

by AdminOto

OTOBIKES – Ayam Taliwang adalah makanan khas Pulau Lombok berupa ayam bakar dari Kampung Karang Taliwang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Nama Taliwang diambil dari nama Desa di Kota Mataram. Masakan bernama ayam taliwang ini merupakan kuliner yang pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat Karang Taliwang.

Namun, apakah sobat Otobikes sudah tau bahwa ayam taliwang ini memiliki sejarah yang sangat berharga? Jika kawan-kawan belum tau sejarah nya, mari kita bahas bersama agar kita semua bisa melestarikan budaya Indonesia lewat menghargai dan meneruskan ke generasi berikutnya.

Sejarah ayam taliwang dimulai dari runtuhnya kerajaan Majapahit pada 1478, menyebabkan kerajaan Geigel di Kelungkung, Bali, mengklaim wilayah yang terletak di sebelah timurnya sebagai daerah kekuasaan kerajaan ini. Pengakuan sepihak ini sebagai upaya untuk melegitimasi politik ekspansif (perluasan wilayah kekuasaan) yang dilakukan terhadap kerajaan-kerajaan Lombok, sehingga tidak ada pihak yang dapat rnengganggu.

Baca Juga: Rekomendasi Warung Bakmi Jawa Saat Riding Malam di Yogyakarta

Bali, merupakan basis terkuat dari sisa-sisa Majapahit setelah datangnya kekuasaan Islam di Jawa. Islam kemudian tidak tersentralisasi pada satu wilayah (Jawa) tetapi juga perkembangannya merambah sampai ke wilayah timur Jawa, termasuk Pulau Lombok. Ini juga yang menyebabkan Bali ingin menguasai Lombok.

Untuk meraihnya, Geigel terus melakukan penyerangan lewat laut sejak tahun 1520. Tindak tanduk Geigel ini membuat kerajaan Kayangan Lombok merasa terganggu dan tidak nyaman, karena itu Deneq Mas Kerta Jagat (adik Deneq Mas Kamala Jagat) memindahkan pusat pemerintahannya ke wilayah yang lebih dalam, dilereng Rinjani (pertengahan awal abad XVI). Selanjutnya, lebih dikenal sebagai Selaparang, yang diteruskan oleh putranya Deneq Mas Kerta Bumi (diperkirakan menjelang abad XVII).

Akan tetapi beberapa penyerangan awal ini tidak pernah mendapatkan hasil yang diinginkan, karena selalu bisa dipatahkan oleh Selaparang yang merupakan kerajaan induk dari kerajaan-kerajaan di

Lombok. Selain karena Selaparang, faktor pertahanan rakyat Sasak adalah karena adanya bantuan dari pihak kerajaan Gowa di Makasar. Hal ini membuat Geigel melakukan strategi penyerangan lain, yaitu dengan mengirimkan rakyatnya menuju Lombok sebelah barat dan kemudian menjadi cikal bakal dari kerajaan Kediri, Kuripan, dan Sekongo.

Baca Juga: 7 Olahan Nasi yang Popular di Dunia

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.