Home » Sejumlah Produk Ludes Terjual, Produk Pesantren dan UMKM Jawa Barat Dipamerkan Saat MotoGP Mandalika

Sejumlah Produk Ludes Terjual, Produk Pesantren dan UMKM Jawa Barat Dipamerkan Saat MotoGP Mandalika

by zizi

OTOBIKES,- MotoGP Mandalika 20 Maret lalu mengisahkan satu sisi lain.¬† Pesantren dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jawa Barat memamerkan produknya saat “Mandalika Experience Expo 2022” dalam Event Grand Prix Moto GP Mandalika di Parkir Timur, Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tanggal 18-20 Maret 2022 lalu. ¬†Selain itu, sebanyak 60 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jabar yang lolos kurasi juga mengikuti pameran “Produk Unggulan UMKM Indonesia dan Festival Kuliner Mandalika” menampilkan multiproduk otomotif, racing, kerajinan dan makanan-minuman olahan. Pameran dibuka oleh Staf Ahli Gubernur NTB Sukmawijaya, Jumat (18/3/2022).

Stan Jawa Barat hadir dengan produk unggulan binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Jabar), Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jabar, dan Kreasi (Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi) Jabar.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Kusmana Hartadji mengemukakan, pameran produk UMKM, OPOP (One Pesantren One Product),  serta Kreasi Jabar di Mandalika menjadi strategis  terutama dalam memperkenalkan produk UMKM Jabar ke pasar dunia. Desain stan Jabar di pameran ini sangat menarik dengan produk-produk yang kreatif pula, sehingga ruang pamer Jabar banyak dikunjungi dan produknya diminati pengunjung.

“Untuk handuk dan kaus produk pesantren OPOP di hari kedua sudah ludes terjual. Kemudian produk Tumbler Bambu produksi MQ Art UMKM Juara juga laris manis. Bahkan perajin Bambu NTB memborong produk MQ Art,” ungkapnya.

Selain berpameran, MQ Art sebagai UMKM juara Jabar 2021, sesuai dengan komitmen Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Provinsi NTB, MQ Art akan memberikan pelatihan bagi pelaku UMKM bambu di NTB.

Pelatihan tersebut dinilai penting mengingat  potensi bambu di NTB relatif banyak. Pemprov Jabar melalui Kreasi Jabar juga berkolaborasi dengan Disperin NTB untuk membuat edisi spesial kemasan kuliner legendaris NTB.

Kusmana menambahkan pula, bahwa lokasi pameran di Parkir Timur Sirkuit Mandalika sangat strategis sebagai tempat untuk penukaran tiket online Moto GP Mandalika 2022.

“Otomatis mereka yang melakukan penukaran tiket melewati lokasi pameran, dan banyak yang membeli produk UMKM Jabar,” ucapnya.

Adapun berbagai produk yang ditampilkan dalam Ruang Pamer Jabar (Stand West Java) sebagai berikut: MQ Art (Kerajinan Bambu, Kota Bogor), SND Factory Racing (produk Outdoor dan racing, Kota Cimahi), Bermock Warm Embrace, Gino Mariani (sepatu, Bogor), Jejak Bumi (sepatu), Uttara (Cimahi, produk Outdoor), Produk OPOP seperti topi (Ponpes Al Ikhlas Sururu Kabupaten Ciamis), Kaus (Ponpes Bentang Kabupaten Sukabumi), sandal (Ponpes Darunnidzom Al Istiqlal Kabupaten Cianjur),  handuk dan sprei (Ponpes Thariqul Jannah Kota Bekasi).

Warga Sunda di NTB

Selepas menonton balapan MotoGP di Mandalika, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui warga Sunda yang tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat, di Grand Royal BIL Hotel, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/03/2022) malam. Gubernur berbagi kebahagiaan dan kebanggaan bahwa produk UMKM Jawa Barat terjual habis di arena Mandalika Experience Expo.

“Hari ini, saya membawa berita baik UMKM Jabar laku dan kuliner pun laku. Setengahnya dihasilkan oleh santri melalui produk One Pesantren One Product  (OPOP). Jabar juga selama tiga tahun banyak kemajuan bahkan indeks kondusivitasnya naik dari 83 persen ke 88 persen,” kata Ridwan Kamil.

Kang Emil menitipkan pesan kepada warga Sunda yang tinggal di NTB. Hidup itu harus silih asih silih asah silih asuh dan silih wawangi. Karena sejatinya, warga Sunda itu tidak pernah menimbulkan kegaduhan di mana pun berada.

“Pesan saya kepada bapak dan ibu, saya mendengar orang Sunda khususnya dari Jawa Barat tidak pernah mendengar satu pun coretan merah. Harus silih asih silih asuh silih asah_dan _silih wawangi. Silih wawangi itu artinya, bicaralah yang baik atau diam,” katanya.

Selain itu, warga Sunda harus bisa menjaga nama baik Jawa Barat. Demi mewujudkan hal itu, Kang Emil meminta warganya untuk someah hade ka semah. 

Ridwan Kamil juga mempromosikan Desa Digital sebagai jalan kesejahteraan kepada Pengurus Daerah Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PDABPDSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pemprov Jabar memiliki program Desa Digital yang telah mengubah kehidupan dan mindset orang desa menjadi lebih akrab dengan teknologi kekinian.

“Semua ekonomi turun selama pandemi COVID-19, kecuali pangan dan digital yang tahan. Sehingga nanti di Jawa Barat setiap mau bertanam apapun itu pakai teknologi digital. Desa Digital itu harus merata,” ujar Ridwan Kamil saat menghadiri Rapat Koordinasi PDABPDSI Provinsi NTB, di Grand Royal Bil Hotel, Lombok Tengah, Minggu (20/03/2022) malam.

Perkuat Jabar-NTB Connection

Pemprov Jawa Barat intens memperkuat kerja sama dengan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada banyak kegiatan kolaborasi dan workshop yang terselenggara sejak Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah menandatangani kerja sama Jabar-NTB Connection pada 17 Desember 2020.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Jabar dan dinas terkait di NTB juga baru saja melakukan pengembangan produk desain kemasan untuk kuliner dan kaos. Kegiatan itu berlangsung pada 7-15 Maret 2022 di NTB.

Kepala Disperindag Jabar Iendra Sofyan menuturkan bahwa Jabar-NTB melakukan pertukaran sumber daya dan intens berkolaborasi. Saat ini, katanya, progres kerja sama di bidang perdagangan dan perindustrian sudah mulai melakukan pilot project untuk produksi bersama.

“Ada beberapa workshop hasil kolaborasi yang telah terlaksana. Mulai dari workshop pelatihan kopi pada 24 sampai 27 Februari 2022 di Jabar, workshop gerabah yang merupakan hasil riset pada 2021 di NTB sudah mulai dilakukan pengembangan produk, sampai pengembangan produk desain kemasan,” ucap Iendra.

Menurut Iendra, Jabar-NTB akan menggelar pertemuan untuk menindaklanjuti sejumlah kerja sama kedua daerah tersebut. Selain menindaklanjuti, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengakselerasi program maupun kegiatan kolaborasi.  Khusus urusan perdagangan, kata Iendra, ada tujuh poin yang menjadi fokus kerja sama Jabar-NTB.

Pertama, pemenuhan kebutuhan bahan poko di masing-masing daerah sesuai dengan potensi yang dimiliki melalui perdagangan antarpulau.  Kedua, fasilitasi pengembangan produk pelaku usaha. Ketiga, fasilitasi promosi dan pemasaran produk pelaku usaha secara digital dan konvensional. Keempat, fasilitasi temu usaha bisnis pelaku usaha dan misi dagang. Kelima, pembinaan dan pendampingan pelaku usaha. Keenam, pertukaran data komoditas dan pelaku usaha.

“Fokus kerja sama di bidang perdagangan yang terakhir berkaitan dengan pengujian mutu barang dan kalibrasi,” ucap Iendra.

Sedangkan urusan perindustrian, ada lima poin yang menjadi fokus kerja sama Jabar-NTB. Pertama, pembangunan dan pengembangan Kawasan Siap Bangun Industri (Kasiba) dan Kawasan Industri di NTB. Kedua, fasilitasi pengembangan produk IKM. Ketiga, fasilitasi promosi dan pemasaran produk IKM.

“Kemudian untuk urusan perindustrian, kami juga fokus pada fasilitasi temu usaha bisnis pelaku usaha IKM. Terakhir adalah pembinaan dan pendampingan pelaku IKM,” tutur Iendra.

“Untuk tahapan kerja sama akan dilakukan pertukaran data dan informasi kebutuhan pokok. Selain itu, lingkup kerja sama diperluas untuk pembangunan dan pengembangan daerah,” imbuhnya.* (bersumber dari siaran pers / TISHA S. KANILAH)

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.