Home » Ada Sprint Race di MotoGP 2023: Begini Tanggapan Pembalap

Ada Sprint Race di MotoGP 2023: Begini Tanggapan Pembalap

by AdminOto
OTOBIKES-Ada Sprint Race di MotoGP 2023: Begini Tanggapan Pembalap

Sprint Race di MotoGP 2023

OTOBIKES – Asosiasi Balap Motor Internasiolan (IRTA) akan menggelar sprint race di MotoGP 2023 agar balapan ini lebih populer. Presiden IRTA Herve Pincharal, menyampaikan ide ini pada Jumat, 19 Agustus 2022, kemarin.

Salah satu alasan MotoGP 2023 berencana menggelar sprint race agar olahraga tersebut lebih populer di seluruh dunia. Karenanya, akan ada lebih banyak penonton yang menyaksikan para pembalap di setiap pekannya.

Tidak hanya penggemar MotoGP saja, tetapi masyarakat umum juga dapat menikmati balapan ini. Karenanya, ide tersebut akan benar-benar menjadi terobosan baru di MotoGP.

Rencananya, jadwal sprint race akan menggantikan sesi latihan bebas 4 di MotoGP 2023. Karenanya, IRTA mengklaim lama pembalap di lintasan tidak akan jauh berbeda, sehingga tidak mempengaruhi kondisi fisik pembalap.

Tanggapan Pembalap Mengenai Sprint Race di MotoGP 2023

Para pembalap MotoGP pun memberikan tanggapan terhadap ide tersebut. Di antaranya adalah Fabio Quartararo dari Monster Energy Yamaha, serta pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro.

Menurut mereka sprint race di MotoGP tidak masuk akal. Quartararo, dan Espargaro, pun menyampaikan pendapatnya mengenai ide menggelar sprint race.

“Itu benar-benar ide yang bodoh,” kata Fabio Quartararo. Juara dunia MotoGP 2021 ini mengatakan pembalap bisa mengalami kelelahan.

Meskipun MotoGP sudah sering melakukan banyak sesi, tetapi sprint race akan berbeda. Pasalnya, sesi baru tersebut akan membuat mereka memperebutkan poin kejuaraan.

Karenanya, para pembalap harus tampil maksimal di sesi tersebut. Padahal, mereka harus menyiapkan performa terbaik pada balapan di hari Minggu pada setiap seri.

Quartararo pun mengkritik IRTA yang mengambil kebijakan tanpa meminta pendapat para pembalap. Pasalnya, pembalap yang akan merasakan dampaknya di lintasan.

Aleix Espargaro, memiliki pendapat yang sama dengan Quartararo. Menurutnya, sprint race bukan solusi untuk membuat MotoGP lebih populer.

Menurut pembalap Aprilia Racing ini, IRTA harus mencari solusi lain. Pasalnya, perubahan itu akan berdampak pada pembalap.

Espargaro mengatakan latihan bebas tidak bisa disamakan dengan sprint race. Pasalnya, ada poin kejuaraan yang diperebutkan.

“Sprint race adalah ide yang buruk. Mereka tidak bisa menyamakan latihan bebas dengan balapan,” kata Espargaro.

Meski begitu, Aleix Espargaro, mengatakan berusaha untuk menerimanya. Dia menginginkan IRTA juga memiliki solusi terhadap masalah yang timbul akibat perubahan aturan tersebut.

Ada yang Setuju dengan Sprint Race

Tidak semua pembalap menolak ide sprint race di MotoGP 2023. 2 pembalap Honda musim depan, Marc Marquez, dan Joan Mir, mengatakan sprint race menjadi tantangan baru.

Marc Marquez, yakin MotoGP 2023 akan lebih spektakuler dengan penambahan balapan. Karenanya, dia setuju dengan gagasan tersebut.

Juara dunia 6 kali percaya ide itu akan memberi dampak positif kepada MotoGP. Karenanya, dia yakin setiap tim akan lebih kompetitif.

“Saya pikir itu keputusan yang bijak. Karena membuat pertunjukan lebih menarik,” kata Marquez.

Dia menambahkan tim akan menjadi lebih penting untuk meraih hasil yang bagus di balapan. Oleh karena uji coba lintasan akan lebih singkat.

Oleh karena itu, setiap tim dan pembalap harus membuat keputusan lebih cepat agar meraih hasil bagus di setiap seri.

Hal itu akan menjadikan balapan lebih menarik. Bahkan, pembalap harus lebih cerdas mengambil keputusan.

Joan Mir memiliki pendapat yang sama dengan Marc Marquez. Pembalap yang kini memperkuat Suzuki ECSTAR mengatakan sprint race akan membuat balapan lebih seru.

Hal itu penting agar penonton lebih antusias datang ke sirkuit. Jika banyak penonton yang hadir, pembalap akan lebih bersemangat menjalani setiap sesi.

Keputusan IRTA untuk MotoGP 2023

IRTA menambahkan sprint race di MotoGP 2023 karena mendapat dukungan penggemar. Dalam jajak pendapat yang mereka lakukan di media sosial, mayoritas penggemar mendukung terobosan tersebut.

Oleh karena itu, IRTA merancang balapan tambahan di setiap seri MotoGP untuk menjadikan kejuaraan lebih menarik. Meski begitu, mereka juga memperhitungkan jumlah waktu yang dihabiskan pembalap di lintasan balap.

Karenanya, balapan yang bertambah tidak mempengaruhi fisik pembalap. IRTA pun berharap terobosan ini dapat membuat MotoGP 2023 akan menarik lebih banyak penonton.

Meski begitu, hanya kelas MotoGP yang menambah balapan di setiap seri. Sementara untuk kelas Moto2 dan Moto3 akan tetap menggunakan format lama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni race di hari Minggu, pada setiap seri.

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.