Home » Suzuki Smash Resmi Disuntik Mati

Suzuki Smash Resmi Disuntik Mati

by Ricky P
Suzuki Smash

OTOBIKES – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi sepeda motor bebek andalan mereka, Suzuki Smash. Keputusan tersebut dilakukan setelah semakin surutnya peminat dari sepeda motor bebek di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan sepeda motor Indonesia matic memang jauh lebih mendominasi dibandingkan sepeda motor bebek. Kemudahan dalam mengendarai serta kemudahan dalam perawatan menjadi nilai tambah dari sepeda motor tersebut.

Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Department Head PT SIS mengatakan bahwa sebenarnya Suzuki Smash sudah dihentikan produksinya sejak awal 2021. Namun pihaknya memang belum menghapus sepeda motor tersebut dari website karena masih ada stok di dealer yang harus dihabiskan. Meski demikian, Ia menegaskan bahwa pihaknya masih akan menyediakan sparepart Suzuki Smash hingga setidaknya 10 tahun ke depan.

Baca juga : Modal Rp15 Juta Bisa Bawa Pulang Suzuki Gixxer SF 250

Sepeda motor yang dikenal dengan jargon “si gesit irit” pertama kali dikenalkan pada 2003. Ketika itu, sepeda motor bebek masih menjadi idola dan Suzuki Smash pun menjadi salah satu pilihan utama masyarakat.

Sepeda motor ini dilengkapi dengan mesin berkapasitas 113 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 8 hp pada 8.000 rpm dan torsi hingga 9.1 Nm pada 6.000 rpm. Meski terbilang cukup handal, tetap saja motor tersebut tidak mampu bersaing di pasar.

Kondisi Sepeda Motor Bebek di Indonesia

Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi penjualan sepeda motor bebek di Tanah Air memang terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2020 saja, sepeda motor bebek hanya mampu menyumbang 6 persen dari total penjualan sepeda motor di Indonesia. Jumlah tersebut jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan penjualan sepeda motor matic yang menguasai hingga 87.9 persen.

Kondisi tersebut pun nyatanya masih berlangsung hingga sekarang. Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepeda motor bebek hanya mampu menguasai 6.54 persen penjualan. Jumlah tersebut hanya selisih tipis dengan sepeda motor sport yang menyumbang 6.17 persen. Sementara itu, sepeda motor matic menjadi penyumbang terbesar dengan menguasai 87.29 persen pasar.

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.