Home » Tips Lulus Ujian Praktik SIM Motor

Tips Lulus Ujian Praktik SIM Motor

by Tommy JP
Uji Praktik SIM motor

OTOBIKES – Ujian praktik adalah salah satu syarat pengendara untuk bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Prosesnya kerap dikeluhkan oleh banyak orang karena dianggap tidak susah namun juga tidak mudah.

Untuk bisa melalui ujian tersebut di atas, ada beberapa cara yang membuat pengendara lulus dan melanjutkan ke tahapan selanjutnya. Berikut ini kami berikan beberapa tips mudah melalui ujian praktik SIM khususnya sepeda motor (C) dikutip dari laman resmi Federal Oil.

Agar bisa lulus dalam ujian praktik SIM motor, calon pembuatnya harus benar-benar memahami dan mengerti cara mengendarai dengan baik dan benar. Selain itu, pengendara juga harus menguasai motor yang digunakan saat melakukan uji praktik.

Pada umumnya pihak kepolisian selaku penyelenggara menyediakan beberapa jenis motor. Seperti bebek, skutik maupun sport, pilihlah jenis motor yang paling dikuasai.

Baca juga : Honda Baiku Concept Cerminan Kendaraan Masa Depan

Saat melaju di jalan lurus misalnya, sebaiknya kedua kaki dirapatkan ke dalam bodi motor atau tidak terbuka posisinya. Hal ini berguna untuk mencegah kaki menyentuh patok atau pembatas yang disediakan.

Lalu pada saat melintasi rute zigzag, dibutuhkan keluwesan pengendara dalam bermanuver. Tangan harus menggenggam kuat setang atau alat kemudi, namun postur tubuh tetap luwes sehingga motor bisa dikendalikan dengan mudah.

Dalam uji praktik, terdapat garis pembatas pada sebelah kanan maupun kiri lintasan dengan warna kuning atau putih. Usahakan agar tidak keluar jalur atau ban menginjak garis tersebut. Karena jika menginjak atau keluar garis, dipastikan tidak lulus.

Lalu pengendara juga akan dihadapkan dengan lintasan berbentuk angka delapan. Untuk menghadapinya, pengendara harus menggunakan teknik counter steering yakni posisi badan cenderung keluar berlawanan dengan arah tikungan.

Dengan ini motor akan lebih mudah dikendalikan dan dilalui. Dalam hal ini kecepatan kendaraan juga harus diperhatikan agar tidak terlalu kencang yang bisa membuat hilang kendali atau terlalu pelan, sehingga kehilangan keseimbangan.

Langkahnya adalah menggeser bokong sedikit ke kanan saat motor berbelok dan menikung ke kiri. Lalu lakukan sebaliknya saat berbelok ke kanan. Jangan membandingkan dengan postur tubuh ajang balap seperti MotoGP misalnya karena kecepatannya berbeda jauh.

Selain melahap rute seperti di atas, penyelenggara juga menyiapkan metode pengereman menghindar. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan ketenangan agar bisa melalui semuanya secara baik. Perlu diingat, dalam melakukan uji praktik, kaki kanan maupun kiri sama sekali tidak boleh turun kecuali saat berhenti.

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.