Home » Tips Merawat dan Memilih Ban Motor

Tips Merawat dan Memilih Ban Motor

by AdminOto
Ban motor baru.* (FOTO: Pinterest)

OTOBIKES,- Ban merupakan salah satu komponen penting sepeda motor yang berperan meningkatkan traksi roda pada jalanan serta meredam getaran ketika berkendara. Ban juga bersentuhan langsung dengan jalan sehingga memiliki peran penting.


”Untuk itu perlu dipahami juga mengenai peran ban serta cara memilih ban sepeda motor,” kata Muslian, Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu).


Fungsi ban


Fungsi dari ban sepeda motor yaitu untuk menahan beban motor baik itu pengendara maupun yang diboncengi. Lalu, memindahkan putaran menjadi gerakan maju dan mempunyai kemampuan menghentikan kendaraan. Serta kemampuan meredam getaran ketika kendaraan menerima momen saat berjalan. Yang terakhir adalah kemampuan menjaga dan mengubah arah kendaraan.


Cara memilih ban


Dalam memilih ban, perhatikan jenis ban terlebih dahulu, apakah ban tubeless atau ban dalam (tube). Ban tubeless tidak menggunakan ban dalam dan tidak mudah bocor saat terkena benda tajam. Sedangkan ban tube menggunakan ban dalam dan bisa digunakan pada velg Cast Wheel (CW) dan Spoke Wheel (SW).


Lalu perhatikan tipe ban, apakah itu ban radial ataukah ban bias. Ban radial merupakan tipe ban yang menggunakan lapisan, sedangkan ban bias menggunakan lapisan dan bahan serat nilon. Ban radial memiliki kontruksi kuat untuk grip, bobot ban lebih ringan, umur ban lebih panjang. Sedangkan ban bias kontruksi lebih kuat untuk menahan bobot yang berat, dinding ban lebih kuat.


Setelahnya, harap melihat kode ban, contoh : 150 / 70 R 17 M/C 69 V. Angka 150 menunjukkan lebar ban. Angka 70 merupakan tinggi ban. Kode “R” melambangkan jenis ban yaitu radial. Berikutnya, angka 17 adalah diameter velg ban. Sedangkan kode “M/C” merupakan singkatan dari Motor Cycle diperuntukkan untuk sepeda motor. Selanjutnya ada angka 69, ini adalah batas maksimum 69 kg berat yang bisa digunakan. Contoh 69 (Load Index) jadi 69 = beban bisa tahan mencapai 325 kg. Berikutnya adalah kode “V” yang berarti informasi batas kecapatan maksimum. Contoh jika V = kecepatan 240 km/jam, ban itu bisa mampu menahan kecepatan motor tersebut.


Yang terakhir, perhatikan tanda segitiga di dinding ban. Tanda ini menunjukan posisi benjolan Treat Wear Indicator yang menandakan keausan ban. Jika permukaan ban sudah hampir sejajar dengan TWI, artinya ban tersebut sudah mengalami keausan dan wajib diganti.


Tips perawatan ban


Pertama, memeriksa tekanan udara sesuai tipe motor. Semakin tinggi cc motor, semakin besar pula bobot/berat dari motor tersebut. Tekanan udara setiap tipe motor dapat melihat di buku manual service.
Kedua, mengecek permukaan ban. Jika terdapat kerikil atau benda tajam yang menyangkut di ban, bisa segera keluarkan, agar terhindar dari kebocoran ban.


Ketiga, menghindari permukaan jalan yang tidak rata agar terhindar dari kebocoran ban.
Keempat, jangan sampai over kapasitas. Usahakan beban tidak melebihi standar kapasitas motor tersebut. Ban akan cepat rusak jika beban terlalu berat.


Kelima, memperhatikan pengereman. Saat melakukan pengereman tidak terlalu dekat dengan titik pemberhentian/stop. Jika terlalu dekat bisa mengakibatkan ban motor slip.
Keenam, menggunakan nitrogen. Tekanan yang ada di nitrogen lebih stabil dan tidak terlalu cepat memuai jika bandingkan dengan angin biasa.* (melansir Zonabikers.com)

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.